Abas

Tag - Ramadan

Bersungguh – Sungguh Merindukan Ramadan

Merindukan ramadan

Walaupun banyak orang yang menyangsikan hal ini, saya malah termasuk pribadi yang percaya bahwa mereka yang berpuasa di bulan Ramadan selalu rindu akan kedatangan ramadan selanjutnya.

Mereka yang ahli ibadah akan merindukan segala ritual yang ada di bulan suci tersebut. Solat tarawih, khataman quran, itikaf, bakti sosial, dan sebagainya.

Rutin mereka berpindah dari satu masjid ke masjid yang lain mengejar agar bisa salat diimami dai terkenal atau mendengarkan ceramahnya. Mesjid – mesjid dipenuhi orang melantunkan ayat – ayat suci. Jalan – jalan rutin jadi panggung berbagi sekedar cemilan berbuka.

Banyak orang mungkin rindu saat – saat semarak berbuka dan menyiapkan sahur. Sebagian, hmm, bisa jadi rindu karena ramadan adalah saat – saat dia bisa lebih dekat dengan orang yang disayanginya.

” Sayang, jangan tidur malam – malam ya. Nanti sahurnya telat ” atau ” Minggu depan jadi kan kita buka bareng ? ” adalah percakapan umum yang dilancarkan oleh mereka yang sedang berusaha ( mendapatkan cintanya )

Teman saya yang berjualan online amat menantikan ramadan salah satunya karena bulan tersebut adalah saat penjualannya meroket. Makanan, fashion, kosmetik, elektronik dan rupa – rupa barang konon lebih banyak dibeli justru saat ramadan. Unik ya ?

Ada juga orang yang menjadikan bulan ramadan momentum untuk dirinya yang lebih sehat. Selain berpuasa, dia juga jadi rutin berolahraga saban pagi setelah sahur atau sore menjelang berbuka. 

Pada suatu masa diri saya yang masih kecil, usia sekolah dasar, juga senang sekali berolahraga selepas sahur. Atau sekedar berjalan kaki mengelilingi komplek perumahan. Saat sore kami bersepeda atau bermain basket di lapangan sekolah.

Setahun, dua tahun, tiga tahun, tiba – tiba kebiasaan tersebut hilang seiring kami yang bertambah dewasa. Tiba – tiba para sahabat pergi.

Yang lain rindu ramadan karena pada bulan inilah dia akhirnya dapat pulang ke kampung halaman dan bertemu keluarga. Walau sebentar saja, diantri THR oleh para keponakan juga tidak masalah. Bisa ketemu ibu, bapak, juga saudara – saudara. Siapa tahu ada yang dikenalkan.

Anggota keluarga bertambah. Anggota keluarga berkurang. Mudik selalu jadi momen yang dirindukan.

 

Begitulah ramadan. Setiap orang memiliki alasan masing – masing untuk bersungguh – sungguh merindukannya

 

Semoga aku dan kamu, masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengannya tahun depan