Tag - Musik

Indonesian Idol Adalah Indosiar Academy Yang Tertunda

saykoji nella kharisma tiara idol

Malam itu, sekali – kalinya saya dibuat terkejut. Lha kok di Indonesian Idol ada Bang Haji Oma Raja Dangdut ?

Saya ini bukan penggila acara idol – idol. Mulai dari Indonesian Idol hingga Dangdut Academy. Saya menonton dan tahu sambil lalu saja, sekedar gonta – ganti channel lain yang sedang iklan.

Emac saya tuh yang suka sekali menonton Academy, yang entah gimana formatnya ya ga jelas gitu.

Tetapi acara ini begitu digandrungi. Peserta seleksi berdendang, Emac pun nimbrung menyanyi dengan riang.

Di Indosiar, acara dangdut-dangdutan begitu dominan. Teleisi ” masyarakat kelas bawah ” ini pun terselamatkan. Ya ratingnya, ya iklannya, ya pamornya. Selamat mereka oleh Soimah, Inul, Nazar, Gilang Dirga dan kawan – kawan.

Kadang bingung juga nonton acara Indosiar itu. Ya nyanyi dangdut, ya kostum dikomentari, ya kosmetiknya, lha terus ada pantun, ada ngakak – ngakak, sampai tengah malam.

Tapi, toh Indosiar sukses bertahun – tahun tuh dengan acara model begitu?

Ternyata ya, acara seperti itu tidak hanya sukses besar dan berhasil menyelamatkan Indosiar, menghibur Emac dan ratusan juta rakyat, tapi bahkan juga menjadi ” standar baru ” acara sejenis yang dirasa lebih keren:

Indonesian Idol

Acara RCTI yang satu ini, gimana ya saya bilangnya, seperti orang yang ingin merasa keren sendiri dengan membeli tiket konser Jazz di kampus, padahal teman – temannya lagi berangkat bareng – bareng ke lapangan kecamatan nonton Nella Kharisma atau Didi Kempot campur sari.

Dia ini mungkin ga paham – paham amat dengan Jazz. Tapi, dia merasa lebih berarti dengan hadir di kerumunan orang yang Jazzy. Melaporkannya di IG story, FB story, WA story, end of the story. Rasanya lebih keren.

Sedang di lapangan kecamatan, halah apaan. Paling teman – temannya lagi joget cendol dawet. Ho’a Ho’e.

Tapi, seperti halnya mencari pengakuan, akhirnya RCTI dengan Indonesian Idolnya, kalah juga dengan pengakuan, dengan rating, dengan iklan, dengan kehendak pasar.

Sadar bahwa pasar Indonesia sedang ada di lapangan kecamatan berjogetan secara ambyar, mereka pun menyesuaikan, ikut – ikutan agar tidak dilupakan.

Entah bagaimana orang – orang Jazzy dan Pop ini bisa menyesuaikan, tapi sepertinya Judika yang dikorbankan. Telah berapa kali beliau ini dijadikan ” lucu-lucuan seperti Gilang Dirga di atas panggung.

Mulai dari menyanyi dengan cengkok, melantunkan lagu secara Melayu, hingga menyesuaikan timplak – timplung nya gendang musik campur sari.

Di Grand Final Indonesian Idol, Lyodra ( Sumatera Utara ) dan Tiara ( Jawa Timur ) bertanding. Raja  Dangdut jadi salah satu bintang tamu.

Malam itu, ekosistem Jazzy dan Pop sepuluh tahun acara ini, televisi ini, para jurinya, para pesertanya, para penontonnya, berhasil diobrak – abrik oleh Bang Haji Oma Irama.

Cukup 3 lagu dangdut saja dari sang legenda, belum campur sari dan koplo turun tangan, 1 dekade panggung Indonesian Idol dibuat ambyar berantakan.

 

Sekarang pun Indonesian Idol ini, setelah setiap konstestan bernyanyi, ya RCTI jadi rasa Indosiar. Ada ngakak – ngakak, ada flashback masa kecil, sampai ngerjain salah satu juri, ya si Judika itu korbannya. Seperti di Indosiar, hingga tengah malam, yang ditonton Emac dan kawan – kawannya se Indonesia.

Tiara, yang nampaknya memang berusaha keras sekali mewakili Jawa se Jawa – Jawanya, bahkan menyanyi salah satu lagu Campur Sari fenomenal, Kartonyono Medot Janji.

Semalam, di malam pengumuman juara, walau akhirnya tidak menang, Tiara wakil Jawa Timur itu bahkan berani – beraninya di Indonesian Idol yang Jazzy dan congkak itu bernyanyi koplo, sama Saykoji mbak Nella Kharisma !

Sayangnya, kita belum siap menjadikan figur dengan latar belakang seperti Tiara ini menjadi seorang idola Indonesia.

Biarkan saja, Lyodra Ginting, menjadi juara di Indonesian Idol, tapi Tiara, Bang Aji Oma Irama, Mbak Nella Kharisma , adalah Idola se Indonesia – Indonesia nya.

Subscribe lewat email agar tidak ketinggalan tulisan lainnya