Tag - Biologi

Titipan Hamil Bapak Kuda Laut

Foto jantan hamil di Bromo

 

” Kuda laut itu, yang hamil yang jantan lho “

Pernah denger itu ga ?

Sewaktu saya mengajar, setiap tahun saya mendengar ada murid yang berkomentar seperti ini. Yah, dalam percakapan antar teman gitu.

Murid itu tidak salah.

Saya malah senang dia terinspirasi dari tontonan atau dari buku yang dia baca dan tergugah untuk berbagi dengan teman – temannya.

Berbagi soal kuda laut jantan yang hamil.

kawinnya kuda laut

Kuda laut kawin. Foto oleh Don McLeish diambil dari https://30a.com/monogamous-sea-creatures/

 

Pada kuda laut, alias Hippocampus, setelah melalui proses perkawinan, jantan secara unik menyediakan kantong perutnya sebagai tempat inkubasi bakal keturunan mereka.

Kantong perut ini, yang terisi para bayi kudalaut, jadi menggendut dan tampak hamil.

Kantong pejantan tersebut adalah organ yang sangat kompleks yang diketahui mampu mengatur suhu, aliran darat, serta salinitas air untuk telur ketika mereka menetas, sehingga anak-anak kuda laut selanjutnya siap menjalani kehidupan di laut

 

Pasangan yang berbagi beban hidup…

Sebagian ilmuwan Biologi Laut atau mereka yang berkecimpung pada dunia perkudalautan ada juga yang berpendapat bahwa mekanisme titip hamil ini adalah upaya berbagi beban antara jantan dan betina. Dengan kata lain adalah salah satu contoh emansipasi dari dunia hewan.

Karena mekanisme emansipasi ini, betina bisa lebih cepat memersiapkan diri lagi untuk proses perkawinan selanjutnya. Biar sang betina fokus memproduksi telur yang siap dibuahi kemudian.

Proses perkawinan mereka dilakukan dengan mulanya saling berdansa dan menautkan ekor dengan mesra selama berjam-jam. Yang diakhiri dengan betina menitipkan ribuan telur nya pada sang Arjuna kesayangan.

Proses titip hamil ini berlangsung selama 10-25 hari. Konon, kantong titip hamil jantan tersebut bisa menyimpan hingga 1000 bakal anak kuda laut. Walau kemudian secara statistik, hanya seperlima yang akan bertahan hidup hingga dewasa.

Intinya adalah kedua orangtua menyadari bahwa sebesar-besarnya tugas mereka sebagai makhluk ciptaan Allah adalah melestarikan jenisnya dari masa ke masa.

Hal ini tentu saja saya pelajari sebagian pada saat kuliah dan sebagian lagi saat menonton NatGeo. Sedangkan foto hanya lah pemanis belaka.

Terimakasih saya ucapkan pada bapak dan ibu dosen juga para produser acara kuda laut tersebut.

Untuk kamu yang tertarik mengetahui lebih lanjut soal kuda laut, dapat berkunjung pada website – website berikut :

  1. Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia
  2. Smithsonian Ocean
  3. Encyclopedia Britannica
  4. The Sea Horse Trust