Abas

BPJS Pria Idaman

keluarga pak H dan ibu bapak saya

3 hari sebelum foto diatas diambil, Pak H wafat, sehingga pada foto, hanya ada Bu H, anak – menantunya, dan emac – bapak ku.

Iya, beliau wafat 3 hari sebelum hari pernikahan salah seorang putrinya

Dalam bilangan 3 juga Pak H keluar masuk rumah sakit.

2 kali di RSUD Pasar Minggu, kemudian selanjutnya 1 Kali beliau dipindah ke RSUP Fatmawati.

Pada 3 hari yang lalu itu, Bu H menelpon ku, mengabarkan suaminya telah wafat. Dan Bu H memohon bantuan agar berita dikabarkan ke ketua RT dan pengurus masjid untuk diumumkan

” Acaranya Bu H apa akan diundur ya, Mac? “ tanya ku pada emac malam itu

” Ya ngga lah. Namanya juga takdir, sekarang saatnya mengurusi persoalan yang masih hidup “ itu jawaban emac dalam bahasa Jawa tentunya.

Selama pak H dirawat, Emac dan Bapak yang bolak-balik menjenguk. Terhitung Bu H ini memang termasuk sahabat Emac

Saban waktu saat luang, Bu H jadi salah satu tetangga yang ikut membuat tempe mendoan di rumah. Dibayar tentu saja. Sedang pak H, seingat ku terakhir berjualan gorengan di dekat pangkalan taksi.

Suatu hari, saat sedang berjalan pulang, Emac menemukan Pak H duduk menggigil. Mengenakan jaket. Berkeringat dingin.

Tidak lama lalu, Pak H baru saja keluar RS yang pertama.

” Pak H, kenapa maksain jualan begini, kan baru keluar rumah sakit? “ Emac bersama beberapa orang menolong beliau, memberikan minum.

” Gimana ya Bu Sri, sudah lama sekali saya ga jualan. Kasian orang rumah “ jelas Pak H. Pucat. Sendu. Pilu wajahnya.

” Pak H sakit apa si Mak? “ tanya ku suatu malam

Ginjal dan hati, jawab Emac ketika itu.

Di hari lain, Emac menemukan Pak H mengendap-endap merokok di pelataran makam dekat masjid

” Hayo, Pak H. Masih merokok ya. Saya laporkan ibu ya “ kata emac saat memergoki

” Sedikit, Bu Sri. Cuma sebatang. Mulut saya asem betul kalau tidak merokok “ kata beliau

” Padahal ya, pak H itu sakit juga paru-parunya “ jelas Emac tempo hari saat menceritakan kisah ini.

” Eh, tapi, Mac. Pengobatan ini semua Pak H pakai BPJS kan? “ tanya ku penasaran. Mungkin ditanggung BPJS sebagian. Mungkin penuh. Entahlah bagaimana prosedurnya .

” Lha iya. Kalau ngga bayar pakai apa wong sampai berjut – jut gitu “ berjut – jut itu maksudnya, berjuta – juta. Dan tentu saja tidak dibawah 10 juta.

Alhamdulillah. Ditanggung BPJS toh.

Aku yakin ada cerita lain, tempat lain, waktu lain, dimana orang – orang seperti pak H tidak mau dirawat di rumah sakit karena khawatir soal biaya.

Dan ada juga cerita lain,

Saat orang – orang lain yang tidak seperti emac dan bapak ku, sehat dan mampu, ogah ikut bayar BPJS secara tertib karena merasa tidak dapat untung dari membayar BPJS.

Melihat Pak H, Biarlah emac dan bapak ku, dan seluruh anggota keluarga selalu rugi karena membayar BPJS.

Pada malam resepsi pernikahan salah satu putri Bu H itu, Emac ku menyumbangkan satu lagu. Bernyanyi dia bersama sang biduan.

” Pilih lagunya apa?” Tanya Emac pada Bapak sebelum naik ke panggung

” Pria idaman saja” kata Bapak

Walau jauh, sungguh jauh sekali kualitasnya dengan Rita Sugiarto, Emac bernyanyi :

Sikap mu yang penuh kasih dan sayang
membuat aku hai mabuk kepayang

Sikap mu yang peramah dan pendiam membuat aku rindu siang malam

Demi mendengar Bu Sri, Emac ku itu bernyanyi, Bu H tersenyum, bapak tersenyum, aku ngakak. Hehe

Yuk lah Subscribe blog saya ini !



   

   
   

About author View all posts

Abas

Mantan guru biologi yang saat ini aktif di ekosistem digital marketing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *